Tuesday, November 17, 2015

Ringkikan Kuda di Siang Bolong

                      LANGKAH

Stapak demi stapak mereka berpijak ,
Langkah demi langkah membunuh setiap pijakan,
Gemuruh kaki yang bertalu-talu,
Menyepak setiap kerikil-kerikil tajam
Mengejar sebuah impian yang sama.

Langkah yang tak pernah lelah,
Mereka meringkik seperti kuda di siang bolong
Berpacu dengan lembing di tangannya;
Kami siap menyerangmu!
Wahai engkau, kebencian, cemooh & riakan derita!

Tak ada lagi bimbang, tak lagi takut.
Langkah yang b'rani patah,
Demi kebenaran, demi impian yang pasti.
Kami akan memusnahkanmu!
Wahai kau keserakahan, keegoisan & kebodohan.

Melangkah dengan langkah yang langka oleh jiwa yg tangguh.
Melangkah dengan langkah bersama angin sepoi-sepoi,
kelak membawa kabar, disana kau t'lah mutlak
Jadi penguasa setapak kebenaran.

Tanpa Sua

       DULU, S'KARANG

Disana aku bahagia karenamu,
ku ingin hidup hingga dunia berhenti berputar,
Disana, aku ingin hidup hingga matahari tak mampu lagi bersinar.
Disana, aku sakit & tersenyum dikala matamu bersua;
apa kamu bahagia?
Meskipun aku bersua mewakili sejuta malaikat;
Ya, bahagiaku bersamamu adalah sama.
Mulutku seperti ulah penjahat tak mampu bersua.

Tak ada alasan aku tanpa sua,
disana tak ada jawaban ku temukan,
mengapa aku bahagia bersamamu?
seperti tangisan tanpa tetesan air mata,
aku terkatup tanpa sua...
aku terjatuh berharap kau tak memandangku.

Tatkala aku seperti bintang,
selalu menuntunmu dari kejauhan.
Sekarang, aku bukan lagi yang bersua sejuta malaikat;
oh, aku bahagia bersamamu...
Sekarang, aku bersua tanpa seorang malaikatpun,
aku mampu "ahaa aku kecewa pernah tak bersua!!
Haruskah, aku berteriak?
Sekarang aku menyesal!!



            By; A<

Titipan Surga

                       TITIPAN SURGA

Langkah mereka bertalu-talu
menyusuri malam yang beku
mata mereka seperti berteriak minta tolong,
mereka tenggelam dalam kekelaman bumi.
Tapi, mereka titipan surga.

Senyum mereka tak lagi nampak,
terselimuti beban yang berat.
Tidur beralaskan tanah yang basah,
berselimutkan awan yang tebal.
Siapakah yang peduli?

Mereka seperti tetesan embun,
matahari manyinari bumi lalu sirna.
tak ada tawa yang riang, tak ada luka yang pedih,
mereka menyembunyikan seolah-olah kuat.
Tangan tak lagi mampu menopang, wajah tak lagi berseri.

Mereka titipan surga yang tertindas,
Penghuni alam raya tak lagi peduli,
t'lah terkuras dengan keserakahan.
Tak ada lagi mata yang memandang,
Pada mereka, titipan surga.


                            By; A<

Monday, November 16, 2015

Cantik itu Sakit

               BEAUTIFUL PAIN

Some ladies are stately over much like a queen,
Moving like a carpet on the sky,
look to the right and left as a glow to glower at mirror;
the room was a gleam with lights in her body.

Head to toe look like a curve of bottle;
Which the eyes only for her,
She mined the step to show her beautiful;
Just for the sake of on own account.

To upgrading herself, she becomes greedy;
She like omnivore whose take-over this world;
Even she spent many times on the mirror,
and lost much rupiahs for her beauty product.

She becomes egoism and lonely;
To make her hermit-home complete.
One daya, she realised, she'll lose everything she has;
She becomes a beautiful pain, a beautiful die.



                  By: A<

Lelakiku, Sejatiku

         AYAHKU, SEJATIKU

Ayah..
Beribu kata telah kau ucapkan..
Beribu cinta tlah kau berikan ..
Beribu kasih telah kau curahkan..
Beribu daya t'lah kau tumpahkan...
Beribu tawakal t'lah kau torehkan...
Hanya u,ntuk anak mu..

Ayah..
Kau ajarkan ku tentang kebaikan..
Kau ajarkan ku tentang keikhlasan
Kau tunjukan ku tentang arti cinta..
Kau jelaskan ku tentang makna kehidupan..
Nampak dari sejatinya punggung yg tak kenal lelah
Dan kau mendidik ku dengan sungguh kasih sayang..

Ayah..
Betapa mulianya hati mu..
Betapa kerasnya didikanmu..
Kau korbankan segalanya demi anak mu..
Kau banting tulang hanya untuk anak mu..
Kau tak lagi kekar, tak lagi berotot
Kau tangguh dalam ketidakberdayaanmu.

Kini ku berjanji untuk semua kerja keras mu..
Ku berjanji untuk semua kasih sayang mu..
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu..
Bahwa aku akan selalu menjaga mu..
Aku akan selalu menyayangi mu hingga akhir hidup ku..

Terima kasih ayah untuk semua kasih sayang mu,
Trimakasih ayah atas semua yang tanpa bahasa,
tanpa kata, tanpa apapun yang bisa mewakili,
betapa bersyukurnya anakmu atas semua
Yang kau torehkan ke dunia ku....
Trimakasih Ayah, trimakasih Lelaki Sejatiku.

           By; A<, DD

Joy To The Past

           JOY TO THE PAST

Yesterday was gone, the killer time
story full of colours; white and black,
I sat in the dark without moonlight.
wherever I am, whatever I did
I still live there for a long time.

Love, hate, affront, tears and hurt
I can't ran away, they part of my life,
I can't hide them in my mind.
Still in my mind, still be my story of life.
Now and tomorrow I'll joy to the past.


Keep running to my life adventure
tomorrow is coming soon,
bring me a gift for pay my yesterday,
Joy to the past with a billion smiles.
Its a joy to the past with saying;
Enjoy my present,welcome my future.



                                 By; A<




My Garden, My Mom

MY BEAUTIFUL GARDEN

I woke up in the morning,
I can't see the sunrise,
I can't see the butterfly flew,
My eyes only see you.
I see beautiful garden in your eyes
Where roses & white lilies grow
Where in a pleasent fruits do flow
There cherries grow, which none may buy
Till Cherry Ripe! Themselves do cry.
My beautiful garden, my beautiful Mom.

When your smile rises, I see the roses rises
You huge my world like an Angel at the dark
Your gleam eyes shows how most your love
You whisper in love to my ear,
You sing the melody by your heart
Then I close my eyes.
I find my beautiful garden in my dream,
All my dreams are beautiful as you are.
My beautiful garden, my beautiful Mom.

               by; A<