Saturday, November 14, 2015

LOVE is a POEM

           MUNGKIN

Dikala senja menepi, aku merenung.
Mungkin aku kesepian, aku termenung
Tak ku sangka sebuah nama terngiang di otakku
Mungkin aku mulai ingin mengenalmu.

Detik demi detik aku bertanya;
Mungkinkah detik ini aku mencarimu demi namamu?
Kepada siapa aku monoreh tinta tanya tentangmu?
Mungkin niatku bukan sekedar nama yg ku torehkan.

Dikala senja aku terus merenung.
Mungkin aku tak lagi ingin mengukir nama mu,
Aku ingin terukir olehmu untuk namamu.
Mungkin namamu adalah ilusi sementara.

Detik demi detik aku beranikan diri;
Mungkinkah detik ini aku ingin melihatmu?
Walau kau datang lewat sebuah ukiran foto,
Mungkin ketertarikan magnet olehmu tak lagi ku bendung.

Dikala senja t'rus menghampiri hari-hariku,
Mungkin aku ingin menulis tentangmu.
Aku benci terlalu egois untukmu ku kenal.
Mungkinkah aku mampu menyapamu?

Detik tak lagi ku dengar, detik tak lagi ku kenal.
Mungkin sejak kau datang dengan tulisan,
Aku tak lagi ingin bertanya tentangmu.
Mungkinkah kau bertanya tentangku?

Senjaku tiba dikala kau seperti meteor jatuh ke bumi,
Mungkinkah doaku untukmu ku gapai akan terwujud?
Aku serakah ingin menguasaimu tanpa nama, tanpa tulisan.
Mungkin aku ingin kehadiranmu dalam nyataku

No comments:

Post a Comment